Sukses tumbuh cepat dalam dua tahun terakhir, perusahaan layanan urun dana atau equity crowdfunding Bizhare targetkan dana kelolaan tumbuh di atas tiga kali lipat di 2020, menjadi Rp 200 miliar.

Asal tahu saja, saat ini total dana kelolaan perusahaan mencapai Rp 46 miliar, di mana sebanyak 26 miliar sudah berhasil terpenuhi atau disalurkan.

CFO Bizhare Gatot Adhi Wibowo mengungkapkan di 2020 perusahaan juga menargetkan pertumbuhan lini bisnis kelolaan dari yang saat ini hanya 23 bisnis, menjadi 200 bisnis.

Adapun 60% lini bisnis Bizhare saat ini berasal dari sektor food and beverages (F&B), sekitar 34% merupakan bisnis tambak udang dan 6% berasal dari sektor lainnya. 

Hal tersebut diyakini bisa tercapai, melihat pertumbuhan Bizhare dalam beberapa tahun terakhir, serta kesuksesan perusahaan mendapatkan izin sebagai penyelenggara equity crowdfunding dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 6 November 2019.

“Fokus tahun yakni membidik investor milenial dengan pangkas ticket size, dorong digitalisasi dan menggaet 200 bisnis, sehingga investor yakin untuk masuk,” kata Gatot kepada Kontan.co.id, Selasa (17/12).

Untuk merealisasikan target-target tersebut, Gatot memaparkan beberapa rencana bisnis 2020, salah satunya menggaet Gojek, Grab hingga Bukalapak untuk bekerja sama. Terdekat, harapannya di awal tahun Bizhare bisa bekerja sama dengan platform Gojek.

Nantinya, investor bisa masuk dan berinvestasi pada beberapa merchant GoFood lewat Bizhare. Ini juga yang menjadi alasan Bizhare untuk memangkas ticket size atau nilai minimum investasinya menjadi Rp 1.000.000 per saham di Februari 2020. Sebagai informasi, saat ini ticket size Bizhare per saham adalah Rp 5.000.000 per saham.

“Merchant yang akan kita pilih nantinya adalah best seller yang ada di GoFood, tapi proses pembicaraan saat ini baru 60%-70%. Kami optimistis awal 2020 bisa terealisasi,” jelasnya.

Di samping itu, CIO Bizhare Wahyu Sanjaya menargetkan di 2020 pertumbuhan jumlah investor Bizhare bisa naik signifikan hingga 75.000 user terdaftar.

Asal tahu saja, di 2017 jumlah user Bizhare baru 2.500, kemudian lanjut tumbuh menjadi 12.500 investor di 2018 dan kemudian tumbuh menjadi 33.000 user per 2019.

Target user yang signifikan di 2020 nantinya akan didukung beberapa inovasi Bizhare di tahun depan. Diantaranya, menciptakan pasar kedua atau secondary market, localized investment, bisnis sektor baru hingga digitalisasi small and medium enterprises (SMEs).

“Secondary market rencananya akan kami rilis di April 2020, saat ini progresny baru 30%,” jelas Wahyu kepada Kontan.co.id.

Menurutnya, penerapan secondary market jadi yang paling memungkinkan dieksekusi dalam waktu dekat. Apalagi, Wahyu menjelaskan sudah ada bisnis yang berusia satu tahun, sehingga Bizhare menyiapkan fasilitas bagi investor yang mungkin ingin keluar dari bisnis tersebut.

Sumber:kontan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *