Bisnis startup di Indonesia terus berkembang, salah satu yang kini merajai merupakan sebuah industri baru financial technology atau biasa disebut Fintech. Fintech bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses produk-produk keuangan, mempermudah transaksi dan juga meningkatkan literasi keuangan.

Adapun perusahaan-perusahaan Fintech di Indonesia didominasi oleh perusahaan-perusahaan startup dengan potensi besar. National Digital Research Centre di Dublin, Irlandia mendefinisikan financial technologyatau Fintech sebagai innovation in financial services atau inovasi dalam layanan keuangan.

Dilansir dari Wikipedia, Fintech merupakan teknologi dan inovasi baru dengan tujuan bersaing dengan layanan keuangan tradisional dan mempermudah akses masyarakat pada layanan tersebut. Merujuk pada Cekindo, Fintech menjadi suatu fenomena keadaan dimana teknologi dan keuangan (finansial) beradu.

Di Indonesia sendiri, Fintech berkembang di berbagai sektor, mulai dari startuppembayaran, peminjaman (lending), perencanaan keuangan (personal finance), investasi ritel, pembiayaan (crowdfunding), remitansi, riset keuangan, dan lain-lain.

Tidak dapat dipungkiri lagi jika teknologi digital di sektor finansial atau Fintech memberikan kenyamanan bagi pengguna dalam bertransaksi. Dengan demikian, bisnis ini terus berkembang tanpa henti

Munculnya Asosiasi Fintech Indonesia (AFI) pada September 2015 menarik perhatian para pebisnis. Dengan tujuan menyediakan partner bisnis yang terpercaya dan dapat diandalkan untuk membangun ekosistem Fintech di Indonesia yang berasal dari perusahaan-perusahaan Indonesia dan untuk Indonesia sendiri, perusahaan ini sudah menghimpun kurang lebih 30% dari seluruh pengguna Fintech di Indonesia.

Indonesia Fintech Institute sebagai bagian dari bangsa Indonesia hadir memberikan konsultan dan pelatihan terbaik tentang fintech di Indonesia.

WT Harjono, EXecutive Director Indonesia Fintech Institute