Waktu menunjukkan pukul 16.27 di meja kerja saya. Enggan rasanya mau pulang ke rumah. Beban pikiran dalam beberapa hari ini sangat berat. Beberapa client minta pekerjaan ditunda setelah adanya covid 19. Belum lagi beberapa pelatihan yang telah dijadwalkan beberapa bulan sebelumnya terkait launching sebuah perusahaan baru sebagai portofolio baru kami. Kacauuuuuu

Iseng iseng buka Linkedin, semoga ada kabar bagus dari temen temen di luar negeri. Hmmmm, gak ada yang bagus, standar, semua mengeluh akan adanya covid 19 di negara masing masing. Ya sudahlah, pulang saja, don’t lose hope, we never know tomorror will bring, entah quote darimana itu, cukuplah sebagai penyejuk hati.

Kursor mau saya arahkan ke atas, log out sajalah. Ouwh, sebentar, adalah tulisan bagus dari sebuah The Digital Fifth. Banks will become like Fintechs in the next 6 to 18 months: Impact of Covid-19. Menarik sekali tulisan ini, namun jika kita pahami memang benar adanya. Bank merupakan suatu tempat yang sangat rawan bagi penyebaran covid 19, karena setiap hari ratusan orang akan datang dan melakukan transaksi tunai, dan lebih celakanya lagi uang sebagai salahsatu metode pembayaran merupakan media yang cukup cepat bagi perkembangan covid 19.

Terlepas dari adanya covid 19, sebenernya Bank selalu ingin menjadi seperti perusahaan fintech, terutama dalam hal kecepatan yang saat ini menjadi daya tarik pasar. Banyak bankir ingin bergabung dengan Fintech untuk belajar digital. Namun, sebagian besar bank masih terjerat pada pikiran konvensional yang menjadikan mereka enggan berubah untuk menjadikan bisnisnya menjadi bank berbasis digital atau menjadikan perusahaan fintech. Sebagaiman ditulis dalam The Digital Fifth, alasan keengganan bank menjadi fintech tersebut antara lain :

  1. Masih adanya anggapan bahwa bisnis lebih menguntungkan dari sumber-sumber tradisional berbasis cabang
  2. Kurangnya Strategi dan pemahaman arah perkembangan perbankan yang mengarah ke gaya hidup digital
  3. Kurangnya Kepemimpinan Digital di tingkat komisaris dan pemegang saham
  4. Kurangnya Kepemimpinan Digital di tingkat direksi
  5. Kurangnya Key Perfomance Indicator untuk memantau pertumbuhan bisnis digital
  6. Proses digital yang kurang optimal karena beban berlimpahnya sumber daya yang sudah bekerja
  7. Kurangnya keterampilan dan pemahaman pimpinan dan karyawan dalam tim untuk mengemudi dan membangun strategi digital

Covid 19 dan keadaan yang memaksa bank harus berubah. Semua orang dan salahsatunya adalah industri perbankan tentunya tidak pernah berharap covid 19 ada. Namun semuanya telah terjadi, bukan hanya merubah perekonomian, covid 19 juga merubah gaya hidup dalam bidang perbankan. Banyak nasabah yang takut ke bank, dan karyawan bank sendiri juga takut melayani nasabah. Nasabah yang awalnya datang ke bank, saat ini tentunya akan beralih menggunakan transaksi digital sebagaimana yang disediakan oleh perusahaan fintech.

Mengatasi hal tersebut, jika bank dan lembaga keuangan tidak ingin mati, maka saat inilah saatnya mereka harus merevolusi bisnisnya menjadi perusahaan fintech. Untuk itu, bank dan lembaga keuangan harus mulai menentukan strategi dan pemisahan transaksi serta  memiliki gagasan yang jelas terkait aliran transaksi dalam rangka bertransformasi menjadi bank berbasis fintech.

Namun demikian, meski menjadi bank berbasis fintech adalah sebuah keharusan, manajemen tetap perlu mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Aliran / Layanan Pendapatan mana yang secara langsung bergantung pada cabang / sentuhan manusia?
  2. Tindakan apa yang dapat diambil dalam 3 bulan ke depan untuk mendigitalkan sepenuhnya aliran pendapatan dari tim pemasaran ke pemasaran berbasis teknologi?
  3. Layanan mana yang perlu dipindahkan ke saluran digital secara langsung?
  4. Apa keterampilan yang hilang dalam tim dan bagaimana menjembatani kesenjangan?

Ini adalah satu satunya opsi

Transformasi menjadi fintech ini merupakan sebuah keharusan. Bank dan lembaga keuangan akan berbondong – bondong menjadi fintech jika tetap ingin hidup. Dalam 18 bulan ke depan, perbedaan antara Banks dan Fintech akan sangat sedikit … Waktu untuk bertindak SEKARANG karena Digital bukan lagi alternatif … Ini adalah satu-satunya Opsi untuk hidup, bagi bank dan lembaga keuangan.

Anda ingin merevolusi bank atau lembaga keuangan Anda? Silahkan hubungi Indonesia Fintech Institute

Yogyakarta, 7April 2020

WT Harjono, Pengamat perbankan dan fintech, Direktur Eksekutif Indonesia Fintech Institute

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *